Get Adobe Flash player

HIDUP DALAM ZONA IMAN, BUKAN ZONA AMAN

 (Kel 2:1-3, 10 )

foto1. Musa lahir dalam zona yang tidak aman, hidupnya terancam, tetapi suatu waktu, ia pindah ke zona aman, waktu dia dibawa memasuki istana, dan ia memiliki segalanya.

Waktu berumur 40 tahun, ia mengambil resiko dengan meninggalkan zona aman karena ia membela bangsanya dengan kekuatannya, dan akibatnya ia harus keluar dari zona aman, keluar dari istana.

2. 40 tahun berikutnya, ia hidup dan terbiasa dengan padang gurun Median, yang menjadi zona aman kedua baginya. Disini ia menikah dengan Zippora, memiliki anak-anak, aman dalam bisnis, menjadi pewaris mertuanya karena mertuanya tidak mempunyai anak laki-laki. Ia tidak mau kembali ke Mesir karena pengalaman pahitnya dimasa lalu, dan Mesir tidak lagi menjadi zona aman baginya. Mesir baginya seperti kucing yang pernah duduk di tungku panas.

3. Tetapi Tuhan memanggilnya, padahal Musa tidak merasa aman terhadap diri dan masa depannya bila harus kembali ke Mesir, sehingga ia penuh keraguan dan pertanyaan:

  • Siapakah aku ini ? Kel 3:11
  • Apa yang harus ku jawab kepada mereka ?  Kel 3:13.
  • Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku ? Kel 4:1
  • Aku ini tidak pandai bicara. Kel 4:10
  • Utuslah orang lain. Kel 4:13

Tetapi akhirnya Musa mengambil keputusan yang benar, yang akhirnya membuat dia menjadi hamba Tuhan yang besar. Ketika ia tidak pasti tentang masa depannya, ia mulai bersandar kepada Tuhan yang mengetahui masa depannya secara jelas. Ia siap meninggalkan zona aman dan rela kembali ke Mesir, ia keluar dari zona aman dan masuk ke zona iman, dan hasilnya, umat Israel dibebaskan dari tangan Firaun.

 

 

 

 

 

 

Semua Karena Kasih Karunia

(I Kor 15:10 )

foto-2Keberhasilan seringkali menimbulkan kebanggaan dan kemegahan diri. Dan bila kita tidak waspada maka kita menjadi sombong bahkan takabur.

Rasul Paulus berhasil dalam pelayanannya tetapi tidak memegahkan diri.

Apakah yang menyebabkan ia tetap rendah hati?

1.  Aku ada sebagaimana aku ada karena kasih karunia.

  • Dia mengenal dirinya sendiri (ayat 8-9)
  • Dia mengakui dirinya penghujat ( I Tim 1:13,15)
  • Dia mengakui yang paling berdosa ( I Tim 1:13,15)
  • Raja Daud berkata ”Siapakah aku ini?” ( I Taw 17:16)

2.  Tidak sia-sia kasih karunia yang dianugerahkan padaku.

  • Mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar (Fil 2:12)
  • Mempergunakan waktu dengan baik (II Kor 6:1-2)

3.  Aku mampu karena kasih karunia menyertaiku.

  • Dia bekerja lebih keras dari semua orang (II Kor 11:27)
  • Dia rela berjerih lelah dan berjuang ( I Tim 4:10)

Dia rela menderita bagi pemberitaan injil

 

 

 

 

 

 

 

Kategori Artikel
Visitor